top of page
Search

Jangan Perang Harga! Wajib Tahu Strateginya!

  • uripurupco
  • Jul 22, 2021
  • 3 min read

Updated: Oct 25, 2021

Sebagai pelaku bisnis, ada kalanya kamu kesulitan dalam menentukan harga jual produk. Tidak dapat dipungkiri bahwa harga adalah salah satu aspek terpenting dalam suatu produk. Bahkan harga kerap kali menjadi faktor pertimbangan yang utama bagi konsumen sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Konsumen akan menjadikan harga sebagai acuan untuk membandingkan produk kamu dengan produk kompetitor.



APA TUJUAN STRATEGI PENETAPAN HARGA?

Dikutip dari buku Pengantar Bisnis (2020) karya Sentot Imam Wahjono dan kawan-kawan, bahwa proses penetapan harga memiliki tujuan yaitu:

  • Untuk bertahan hidup, terutama di pasar persaingan sempurna dengan tingkat persaingan yang tinggi.

  • Untuk memaksimalkan laba.

  • Untuk memperbesar pangsa pasar.

  • Untuk menjaga citra sebagai produk dengan kualitas baik.

  • Untuk bersaing dengan pesaing.

Mengingat penetapan harga memiliki tujuan yang begitu penting, maka prosesnya tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Kamu perlu memikirkan dengan matang mengenai strategi penetapan harga yang tepat untuk produk kamu, yang tentunya sesuai dengan kualitas yang ditawarkan agar tidak terlalu malah dan tidak terlalu murah. Hal tersebut dilakukan agar produk yang dijual memperoleh minat serta daya jual yang cukup tinggi.

Dalam prakteknya, strategi penetapan harga pasti berbeda-beda, tergantung orang yang mengelolanya. Strategi ini dapat membantu kamu dalam memilih harga yang terbaik agar dapat memaksimalkan keuntungan dan pendapatan kamu.


STRATEGI PENETAPAN HARGA

Kira-kira, apa saja strategi penetapan harga yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual produk kamu? Berikut adalah cara yang paling sering digunakan dalam strategi penetapan harga:


1. Cost-Plus Pricing

Strategi penetapan harga ini yang paling mudah dan sering dijumpai dalam menentukan harga untuk suatu produk. Jenis strategi penetapan harga ini juga dikenal dengan Mark-Up Pricing. Dalam strategi Cost-Plus Pricing, kamu dapat memberikan harga untuk produk kamu berdasarkan seberapa besar kamu ingin mendapatkan keuntungan.

Misalnya, kamu adalah penjual karpet. Kamu membutuhkan modal sebesar Rp 70.000. Selain itu, kamu ingin memiliki keuntungan sebesar Rp 15.000. Maka, harga penjualan karpet tersebut adalah Rp 70.000 + Rp 15.000 = Rp 85.000. Sehingga dalam strategi penetapan harga ini, tidak memperhitungkan kondisi pasar atau kompetisi yang ada.


2. Competitive Pricing

Pilihan strategi penetapan harga selanjutnya adalah competitive pricing, kerap kali disebut juga dengan competition-based pricing atau competitor-based pricing. Strategi ini punya konsep yang sama dengan namanya, mengacu pada harga produk dari kompetitor. Berapa harga produk yang dijual kompetitormu? Angka itulah yang menjadi tolak ukur penetapan harga produkmu. Kamu dapat menjual produk lebih murah untuk menawarkan harga yang kompetitif. Sebaliknya, kamu dapat membuat harga produk menjadi lebih mahal dengan cara menjual kemewahan atau kualitas dari produkmu.


3. Bundle Pricing

Strategi penetapan harga ini merupakan pemasaran produk dengan cara menggabungkan produk yang berbeda dengan harga tunggal. Biasanya harga akan menjadi relatif lebih murah dari total harga normal. Contohnya, kamu menjual kaos dengan harga Rp 80.000 dan celana seharga Rp 65.000, tapi kalau beli satu paket kaos dan celana, konsumen kamu hanya perlu membayar Rp 120.000.

Dengan strategi ini, dapat membantu mempercepat penjualan karena harga tersebut akan terasa lebih murah dan membuat konsumen tertarik. Selain itu, strategi penetapan harga dengan bundle pricing juga dapat mengurangi produk yang tidak laku.


4. Penetration Pricing

Strategi penetapan harga dengan penetration pricing adalah strategi yang menawarkan harga murah untuk produk yang baru diluncurkan ke publik. Menetapkan harga murah untuk suatu produk akan menarik perhatian konsumen yang suka mencari harga termurah dan membuatnya menonjol dari produk kompetitor lainnya.

Meskipun pada tahap awal, jangan mengharapkan keuntungan yang tinggi, karena memang tujuannya untuk mengenalkan produk ke konsumen. Apa kamu pernah melihat sample gratis yang ada di supermarket? Biasanya dibagikan kepada pengunjung secara cuma-cuma. Hal tersebut adalah salah satu contoh dari strategi penetapan harga dengan penetration pricing. Kalau puas dengan sample produk tersebut, maka pelanggan dapat langsung membeli produknya.


5. Skimming Pricing

Dan strategi penetapan harga selanjutnya adalah skimming pricing, yaitu kamu menetapkan harga yang mahal pada awal peluncuran produk baru, namun seiring berjalannya waktu harga tersebut akan berubah menjadi harga yang murah. Skimming pricing hanya dapat digunakan ketika tidak ada kompetitor, udah punya target pasar yang mapan, produk yang dikeluarkan belum banyak digunakan, dan jumlah konsumennya tinggi.

Kamu tahu tidak kalau Apple menggunakan strategi penetapan harga dengan skimming pricing? Setiap meluncurkan produk terbaru iPhone, harga yang digunakan jauh lebih mahal dibandingkan dengan kompetitor. Sementara itu, jajaran produk tahun sebelumnya mendapat potongan harga karena dianggap tidak lagi menjadi teknologi yang mutakhir.


FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PENETAPAN HARGA

  1. Kondisi pasar

  2. Biaya produksi dan distribusi

  3. Fitur produk

  4. Ketersediaan konsumen

  5. Harga produk kompetitor


Demikian penjelasan soal strategi penetapan harga. Memastikan penetapan harga yang tepat adalah hal penting maka tidak boleh dilakukan dengan sembarang, harus dipikirkan dengan matang. Bagaimana? Apakah kamu sudah mantap memilih salah satunya?


Btw kita bakal ada giveaway konsultasi senilai jutaan rupiah, GRATIS untuk 2 pemenang. Bisa follow dulu Instagram kami dengan cara klik tombol dibawah ini, biar gak ketinggalan infonya!



Sampai jumpa di artikel selanjutnya!



 
 
 

Comments


bottom of page